Kamis, 05 April 2012

My Love Story

  • Saat aku kelas 10, aku punya cowok. Sebut saja Ilham. Kita pacaran sejak aku lulus SMP. Well, saat itu yg ada di otakku, pacaran=teman dekat. Aku sama sekali gak tau soal pacaran. Hubunganku sama dia hanya berjalan 3 bulan. Karena saat itu, jujur, pengen fokus sekolah. Tapi saat itu, dia ngaku kalo aku pacar pertamanya. Beberapa waktu kemudian, temen Ilham, Dedy, deketin aku. Cakep sih,cool lah pokoknya. Beberapa waktu PDKT,akhirnya aku jadian sama Dedy. Ilham yg tau itu pun cemburu. Dia bales dgn dia deketin sahabatku sendiri. Jujur, perasaanku saat itu sakit, karena mungkin aku masih sayang sama Ilham. Apalagi saat dia ngasih sahabatku coklat pas di depanku. Antara aku cemburu dan yg dikasih itu sahabatku sendiri. Akhirnya pun sahabatku jadian sama mantanku. Sakit banget saat tau itu. Saat masih sakit karena hal itu, cowokku tiba-tiba minta putus secara sepihak. Yaah,sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dari situ, aku ngerasain penyesalan pertama kali di hidupku. Aku nyesel kenapa dulu aku dan Ilham putus. Sahabatku sendiri juga ngerasa gak enak sama aku. Cuma aku bilang aja udah ikhlas dgn nada sok kuat. 
  • Setelah itu, aku fokuskan pikiranku dgn pelajaran. Sahabatku yg masih ngerasa bersalah karena dia jadian sama mantanku sendiri, dia ngenalin aku ke temennya. Namanya Ady. Saat kenalan sih ya biasa-biasa aja,datar gitu aja. Cuma mungkin karena aku masih nyesel karena penyesalanku dan karena aku gak terima diputusin sama Dedy secara sepihak. Aku dan dia sempat kenalan dan ngobrol via SMS. Dia orangnya baik sih,sederhana dan seru kalo diajak ngobrol. Beberapa hari setelah kenalan,Kita sepakat mau ketemuan. Setelah pulang sekolah, aku dan Ady janjian ketemuan. Dari fisik, dia tinggi,lumayan manis dan putih. Setelah itu aku diajakin makan siang dan ngobrol-ngobrol sebentar. Dan tiba-tiba dia nembak aku. Aku juga kaget. Aku gak tau siapa dia dan asal usul dia. Aku jelas gak langsung jawab, nanti dikira aku cewek gampangan lagi. Aku bilang ke dia kalo aku gak mau jawab sekarang. Setelah makan,kita keliling kota dgn motornya. Eh,dasar apes, waktu mau pulang,malah ujan,fiuh. Lalu kita berteduh di depan toko yg sudah gak dipakai lagi. Saat itu, dia masih aja nanyain gimana jawabanku. Sebelumnya saat keliling kota, di jalan aku berpikir, aku harus jawab apa. Apa aku terima aja ya? Masa mau mengharap Ilham? kan udah ada yg punya? Aku rasa diterima aja mungkin ya, yaah,setidaknya buka hati buat orang lain. Atau aku tolak? Itulah yg ada di otakku saat itu. Dan akhirnya pun aku menerimanya sebagai pacarku. Jujur, saat itu aku gak ada perasaan apa-apa sama dia. Cuma aku mau mencoba membuka hati buat orang lain. Tapi, yaah, jalani saja dulu.
  • Saat aku dan Ady berpacaran, lama-lama aku merasa nyaman. Karena dia sangat melindungiku,menjagaku, dan membimbingku. Dia sangat perhatian,sabar,dan pengertian. Di saat aku melakukan sesuatu yg salah, dia menasehatiku dgn sabar. Saat aku jatuh pun, dia selalu memberi support aku. Dia juga kenal teman-temanku,termasuk sahabatku. Hingga suatu ketika, sesuatu yg buruk terjadi lagi. Cowokku selingkuh dgn sahabatku yg lain. Dia seperti itu karena aku terlalu sibuk fokus ke sekolahku. Jadi dia merasa dicuekkin. Well, pada akhirnya Aku memaafkannya walaupun aku sakit.  Itu yg gak bisa aku lupain sampai saat ini. Aku dan dia gak putus, kita tetap masih berpacaran, mungkin karena sayang. Emang sih aku akui aku bego, kasih kesempatan sama dia. Tuhan aja kasih aku kesempatan, kenapa aku enggak? Itu yg ada dipikiranku. 
  • Suatu ketika, perhatiannya terhadapku berubah menjadi posesif. Dia juga jadi emosional. Memang saat berpacaran dengannya, selalu aku yg salah di matanya. Dia tak lagi dgn sabar membimbingku. Saat itu juga hubunganku dgn dia berubah menjadi parah. Saat ada masalah pun,kita menyelesaikan gak dgn kepala dingin, tapi dgn emosional kita masing-masing. Saat itu pun aku merasa emosiku berada di puncaknya. Dia berubah menjadi emosional dan posesif. Itu yang membuat aku merasa terkekang. Karena pada dasarnya aku gak suka dikekang. 
  • Saat sedang parahnya hubunganku sama Ady, ada cowok yg ngajak kenalan. Namanya, Sandy. Saat mengenalnya, sifat dia berbeda 180 derajat dgn Ady. Aku ngerasa nyaman banget sama dia. Karena dia sangat sabar dan gak posesif. Saat itu pun, pertama kalinya aku tergoda.  Karena aku butuh sosok yg seperti itu untuk di sampingku, bukan justru mengekangku. Setelah itu, aku memutuskan hubungan dgn Ady dgn alasan aku udah merasa gak cocok dengannya. Karena memang aku udah gak tahan merasa terkekang olehnya. Saat itu, dia belum tau jika aku tergoda dgn kebaikan Sandy. Tapi seiring berjalannya waktu, Ady pun tau jika aku selingkuh. Dan aku sendiri yg mengatakannya. Kemudian, dia jadi sangat membenciku. Yaah,aku terima itu. 
  • Setelah lama kenal, aku jadian dgn Sandy. Tapi tak berakhir dgn baik. Ternyata dia udah punya cewek dan berencana akan menikah. Aku yg syok, lalu aku memutuskan hubungan antara kami. Sampai sekarang, aku tidak pernah kontak dgn dia. Aku rasa itu adalah balasan Tuhan atas perbuatanku dan aku menerimanya dgn ikhlas. 
  • Seiring waktu, pemikiranku mulai berubah. Sekarang aku mulai berpikir kalo semua yg terjadi sama aku, hanyalah cobaan dari Tuhan. Dan dari setiap cobaan dari-Nya, pasti punya hikmah yg berguna buat aku pribadi. Sejak itu juga, aku mulai belum bisa buka hati sama siapa pun itu. Aku rasa karena aku merasa belum siap aja. Sampai suatu ketika, aku bertemu dengan dia, cowokku yg sekarang. Karena dia, aku mencoba mengerti dan lebih menghargai apa yg aku punya. Kuakui, sifatnya sama persis dgn sifatku yg dulu. Makanya, aku sekarang banyak belajar dari sifatnya dia. Secara gak langsung, aku diperlihatkan bagaimana sosokku yg dulu. Yaah, berharap dia yg terbaik untukku. 
  • Well,inilah kisah cinta yg rumit dari aku sendiri. Saran aku, janganlah kita berpikir sesuatu yg terjadi sama kita hanyalah sebuah cobaan, berpikirlah itu adalah sebuah pembelajaran. Thanks :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar