Rabu, 18 April 2012

FIRST LOVE


Kebanyakan orang bilang, cinta pertama adalah yang paling indah dan sulit dilupakan oleh seseorang. Cinta pertama merupakan pertama kalinya seseorang ada di hati kita(selain Tuhan dan keluarga tentunya) yang kita sayang dan pertama kalinya kita mengenal sesuatu yang namanya cinta. Maka dari itu, kebanyakan dari mereka tidak akan lupa mengenai cinta pertamanya. Ada yang cinta pertamanya bertahan sampai ke jenjang pernikahan, ada juga yang tidak berjalan mulus.

Well,aku akan menceritakan sedikit tentang cerita pertamaku. Berharap suatu saat nanti saat aku membaca kembali tulisanku, aku akan teringat kembali. Saat itu, aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Mendekati UN, aku mengikuti bimbingan belajar yang lumayan dekat dengan sekolahku. Saat itu, kelas bimbingan telah selesai. Kebetulan saat itu, kakakku bisa menjemputku, jadinya aku tak perlu pulang dengan bis umum. Saat itu, aku menunggu di lobby kantor bimbingan belajar itu. Tak hanya aku saja yang disitu, tapi ada para tentor dan penjaganya yang sedang mengobrol. Tapi aku hanya duduk diam dan menunggu kakakku datang menjemputku. Tak berapa lama kemudian, ada cowok datang. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu, aku melihat dia. Dia cakep,putih, sederhana dan baik. Tapi aku tak tahu dia siapa dan sekolah di mana, yang pasti dia adalah seniorku. Yaah, aku Cuma memandangnya dari jauh tapi juga berharap bisa berkenalan dengannya, walaupun mustahil. pada waktu itu, ada beberapa percakapan antara dia dan tentor aku. Tak sengaja aku mendengar tentorku menyebut namanya dengan nama Patriawan. Dalam hati, mungkin itu adalah namanya dan namanya bagus juga. Lalu tak sengaja, mereka membicarakan status Patriawan. Aku sekilas mendengar dia masih single. Aku mendengar itu pun rasanya cukup senang. mengetahui tingkahku yang sepertinya senang mendengar dia single, penjaga bimbel aku bilang mau mencarikan pacar untuknya dengan setengah melirikku. Aku yang merasa jadi salah tingkah. Tapi untungnya kakakku udah menjemputku di depan dan aku langsung bergegas pulang. Keesokan harinya, saat aku sedang ngobrol dgn teman-temanku,tiba-tiba penjaga bimbelku masuk ke ruangan kelas tempat aku belajar. Ternyata dia hanya mau menyalakan AC dan membersihkan whiteboard. Lalu aku memberanikan diri tanya ke penjaga bimbelku mengenai cowok yang kemarin. Lalu aku dapat info, dia adalah Patriawan, siswa dari salah satu SMA Negeri di kotaku dan dia saat itu duduk di bangku kelas 3 SMA. Dan penjaga bimbelku mau mencarikan nomornya untukku. Mengetahui hal itu,aku senang sekali. Dan beberapa hari kemudian, aku dikasih nomor Patriawan oleh penjaga bimbelku. Malam harinya, aku ragu untuk SMS dia. Aku deg-degan setengah mati. Karena memang aku belum pernah berkenalan dengan cowok. Lalu aku beranikan diri buat SMS kak Patriawan itu. Respon dari Patriawan juga baik terhadapku. Dia sangat menghargai perempuan, terlihat dari gaya bahasanya via SMS. Saat SMS dengannya, aku sangat sekali. Karena memang aku menyukainya sejak pandangan pertama. Pada awal kenalan, dia juga menanyakan kenapa aku bisa mengenalnya. Lalu aku jelaskan semuanya, kecuali tentang aku menyukainya. Dia juga menceritakan tentang dirinya. Di sekolahnya, dia sering dipanggil dengan Patrick. Lucu juga sih,membuat aku teringat di cerita SpongeBob, hehe. Aku dan dia lama berkenalan melalui SMS. Lalu saat pertemuan terakhir di bimbingan belajar, saat aku mau pulang dengan bis umum, dia pun datang. Tapi sepertinya dia tak mengetahuiku. Sebenarnya, aku ingin menyapanya, karena itu terakhir kalinya aku datang ke tempat bimbel sebelum UN.  yaah, hanya dari situlah aku bisa melihatnya.  Karena aku malu, aku tidak menyapanya. Aku rasa mungkin cukup dengan berhubungan via SMS, walau hanya sebatas teman.
Waktu UN, aku dan dia memang tidak saling mengirim SMS. Karena memang kami sibuk konsentrasi dengan UN.
Setelah UN,kita kembali berhubungan via SMS. Kita saling cerita satu sama lain mengenai kehidupan kita. Dan dia juga menceritakan bahwa dia sama sekali belum pernah pacaran. Lama-lama perasaanku ke dia berubah menjadi sayang. Tapi, karena aku cewek, aku gak mau mengungkapkannya terlebih dahulu. Lalu kita janjian buat ketemuan. Karena memang kita sudah lama komunikasi via SMS tapi belum pernah saling bertatap muka. Yaah, walaupun aku pernah melihatnya dari jauh saja. Lalu kita janjian ketemuan di warung es buah dekat dengan sekolahku. Sebelum aku ketemuan dengannya, aku sangat deg-degan sekali. Tapi tentunya aku merahasiakan ini dari teman-temanku, karena aku bisa diolok-olok temanku karena hal itu. Lalu dia SMS bahwa dia sudah sampai di tempat kita janjian. Dan aku semakin tambah deg-degan. Karena memang aku malu dan aku belum pernah mengalami ini sebelumnya. lalu aku melihat Patriawan dari kejauhan yang sedang duduk menungguku. Aku berusaha memberanikan diri buat bertemu dengannya. Well, wajahnya masih sama, cakep, putih, dan sederhana. Kuakui, aku menyukai cowok yang simple dan sederhana. Dan kita memesan minuman lalu saling mengobrol. Lalu aku bertanya apakah dia kecewa setelah mengetahui aku. Karena memang wajahku tidak begitu cantik. Tapi dia menjawab bahwa dia tidak kecewa dan memujiku cantik dan manis (jadi malu,hehehe). Dia menjawab seperti itu dengan senyum dan halus, membuat aku tidak bisa menahan rasa sukaku terhadapnya. Setelah itu, kita jalan-jalan di Mall lalu dia mengantarku pulang. Pendapatku mengenai dia hari itu adalah dia sangat baik, menghargai perempuan,dan sederhana. Itu yang membuat aku menyukainya. Di jalan pun, dia tidak mengebut. Dan saat itu aku merasa terjaga olehnya. Aku sangat nyaman saat bersamanya. Malam harinya, aku tidak bisa tidur hanya karena mengingat kenangan itu sambil senyam-senyum sendiri,hehe.
Setiap hari kita hampir sering berkomunikasi via SMS. Sampai suatu hari, dia menembakku via SMS. aku kaget setengah mati dan hampir tak percaya. Aku pikir dia hanya bercanda. Tapi ternyata dia sungguh-sungguh menyukaiku juga. Aku yang senang sekali lalu menerimanya sebagai pacarku. Hari-hari aku lalui dengannya sangat bahagia. Dan akhirnya, cintaku tak bertepuk sebelah tangan,hehe. Suatu hari dia mengajakku kencan di taman. Waktu itu,aku pertama kalinya merasakan yang namanya kencan. Dan kuakui sangat menyenangkan, terutama dengan orang yang kita sayang. Saat itu, tak sengaja tangannya menyentuh tanganku. Dan aku langsung salah tingkah. Karena memang itu awalnya aku merasakan yang namanya pacaran. Dia pernah mengatakan bahwa dia suka lagunya Nineball-hingga akhir waktu. Karena lagu itu sesuai utuknya yang akan menyayangiku hingga akhir waktu(so sweeeeet!! ). Lalu setelah asyik mengobrol, kita pulang. Sebelumnya aku cerita dengannya soal temanku yang mengatakan jika pasangan minum berdua dalam gelas/tempat minum yang sama, secara tidak langsung kita berciuman dengan pacar kita sendiri. Well, saat itu memang aku polos, jadi aku suka ceplas ceplos seperti itu. Lalu dia menanggapinya dengan lelucon konyolnya. Saat di tengah jalan pulang, dia tiba-tiba minta air minum yang memang aku bawa. Aku langsung salah tingkah, mengingat obrolan kita sebelumnya. hari-hari kita lalui dengan bahagia sampai 3 bulan. Tapi kisah kami tak berujung manis, karena aku memutuskannya hanya untuk konsen belajar. Aku sangat ingat sekali ekspresi wajahnya saat itu. Dia menahan tangis dan aku pun juga, karena memang itu yang pertama kalinya buat kami merasakan cinta. Sampai suatu ketika sahabatku sendiri jadian dengannya. Hatiku sangat sakit mengetahui itu,tapi aku tutupi dengan senyum bahagiaku. Kuakui aku masih menyayanginya saat itu, tapi apa daya, dia lebih bahagia dengan sahabatku, aku menerimanya dengan ikhlas. Sampai sekarang pun, aku masih menyesal dan menyimpan rasa sayangku kepadanya dalam waktu yang lama. Rasa sayang itu aku simpan dalam-dalam. Tapi aku tak berani mengatakannya karena memang mungkin akan menyakitinya untuk sekali lagi. Aku tak mau melihatnya sedih dan sakit seperti dulu. Dan aku rasa sekarang pun dia sedang mencari kebahagiaannya sendiri. Walau aku tak yakin apa dia masih mengingat kenangan itu atau tidak. 

Selasa, 10 April 2012

Menjaga Agar Hubungan Jarak Jauh Tetap Awet

Hubungan jarak jauh atau biasa disebut dengan Long Distance Relationship merupakan tantangan terbesar dalam percintaan. Ada beberapa pasangan yang kandas di tengah jalan karena LDR dan ada juga yang masih tetap bertahan dengan hubungan LDR. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga LDR agar tetap awet :

1. Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang terpenting dalam menjalin suatu hubungan. Komunikasi ini berguna sebagai media bertukar pikiran antara Anda dan pasangan. Selain itu, dengan komunikasi, kita juga bisa memberitahukan kabar kita kepada pasangan agar pasangan kita tidak merasa khawatir. Dan juga secara tidak langsung, pasangan kita akan merasa berarti bagi kehidupan kita. 
2. Bertemu
Tidak ada salahnya jika kita sesekali melepas rasa rindu dengan bertemu mengunjungi kekasih. Ada yang berkata bahwa hubungan jarak jauh adalah rindu yang tertunda. Kunjungilah sesekali pasangan Anda saat waktu luang. Itu akan membuat pasangan Anda merasa senang. Walaupun Anda dan kekasih hanya bertemu beberapa jam saja.
3. Kejutan Kecil
Terkadang pasangan merasa jenuh dalam hubungan jarak jauh ini. Untuk mengatasinya, berikanlah kejutan kecil untuknya, seperti datang menemuinya tiba-tiba, memberikan hadiah, dan mengajaknya candle light dinner. Ini akan membuatnya merasa spesial di mata Anda.
4. Perhatian
Memberikan sebuah perhatian kepada pasangan merupakan hal yang terpenting dalam suatu hubungan. Tetapi bukan berarti perhatian yang dimaksud menjerumus kepada posesif. Karena pasangan akan merasa kegiatannya terbatas karena kita. Berilah perhatian hangat kepadanya via telepon atau SMS. Ini akan membuat pasangan kita merasa bahwa kita masih mengingat pasangan kita walaupun kita disibukkan dengan berbagai kegiatan.
5. Percaya
Kepercayaan adalah kunci sukses dalam menjalin suatu hubungan. Jika kita saling percaya pada pasangan kita, masalah apapun dapat diatasi dengan bijak. 

Good Luck ;)

Kamis, 05 April 2012

DEJAVU

  • Mungkin kita semua sering dengar soal Dejavu. Tapi apa sih Dejavu itu? Singkatnya, De javu adalah sesuatu yang pernah kamu lakukan sebelumnya tapi kamu merasa sesuatu itu baru kamu lakukan saat ini. Intinya, seolah-olah kamu merasakan pernah melakukan sebelumnya. Tapi anehnya, kita tak bisa mengingat kapan kita pernah melakukannya. 
  • Keanehan fenomena ini membuat para ilmuwan melakukan penelitian terkait soal De javu ini. Beberapa ilmuwan beranggapan bahwa De javu terjadi ketika sensasi yang diterima oleh sebelah mata kita ke otak lebih dulu daripada sensasi yang sama pada sebelah mata yang lain sehingga kita merasa pernah melakukannya sebelumnya. Mudahnya, saya analogikan dengan ketika seorang wanita memakai kutex. Saat itu, kutex akan dipoles bergantian dengan yang lain. Misalnya saat itu kutex akan dipoles di jari tangan sebelah kiri. Lalu saat kita akan memoles di jari tangan sebelah kanan, kita merasa seperti pernah merasakan polesan ini di sebelah kiri. Ada pula orang yang beranggapan De javu fenomena mistis yang terjadi pada seseorang. Well, selanjutnya tinggal tanggapan kalian sendiri dalam menanggapi fenomena ini. Thanks for reading :)

My Love Story

  • Saat aku kelas 10, aku punya cowok. Sebut saja Ilham. Kita pacaran sejak aku lulus SMP. Well, saat itu yg ada di otakku, pacaran=teman dekat. Aku sama sekali gak tau soal pacaran. Hubunganku sama dia hanya berjalan 3 bulan. Karena saat itu, jujur, pengen fokus sekolah. Tapi saat itu, dia ngaku kalo aku pacar pertamanya. Beberapa waktu kemudian, temen Ilham, Dedy, deketin aku. Cakep sih,cool lah pokoknya. Beberapa waktu PDKT,akhirnya aku jadian sama Dedy. Ilham yg tau itu pun cemburu. Dia bales dgn dia deketin sahabatku sendiri. Jujur, perasaanku saat itu sakit, karena mungkin aku masih sayang sama Ilham. Apalagi saat dia ngasih sahabatku coklat pas di depanku. Antara aku cemburu dan yg dikasih itu sahabatku sendiri. Akhirnya pun sahabatku jadian sama mantanku. Sakit banget saat tau itu. Saat masih sakit karena hal itu, cowokku tiba-tiba minta putus secara sepihak. Yaah,sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dari situ, aku ngerasain penyesalan pertama kali di hidupku. Aku nyesel kenapa dulu aku dan Ilham putus. Sahabatku sendiri juga ngerasa gak enak sama aku. Cuma aku bilang aja udah ikhlas dgn nada sok kuat. 
  • Setelah itu, aku fokuskan pikiranku dgn pelajaran. Sahabatku yg masih ngerasa bersalah karena dia jadian sama mantanku sendiri, dia ngenalin aku ke temennya. Namanya Ady. Saat kenalan sih ya biasa-biasa aja,datar gitu aja. Cuma mungkin karena aku masih nyesel karena penyesalanku dan karena aku gak terima diputusin sama Dedy secara sepihak. Aku dan dia sempat kenalan dan ngobrol via SMS. Dia orangnya baik sih,sederhana dan seru kalo diajak ngobrol. Beberapa hari setelah kenalan,Kita sepakat mau ketemuan. Setelah pulang sekolah, aku dan Ady janjian ketemuan. Dari fisik, dia tinggi,lumayan manis dan putih. Setelah itu aku diajakin makan siang dan ngobrol-ngobrol sebentar. Dan tiba-tiba dia nembak aku. Aku juga kaget. Aku gak tau siapa dia dan asal usul dia. Aku jelas gak langsung jawab, nanti dikira aku cewek gampangan lagi. Aku bilang ke dia kalo aku gak mau jawab sekarang. Setelah makan,kita keliling kota dgn motornya. Eh,dasar apes, waktu mau pulang,malah ujan,fiuh. Lalu kita berteduh di depan toko yg sudah gak dipakai lagi. Saat itu, dia masih aja nanyain gimana jawabanku. Sebelumnya saat keliling kota, di jalan aku berpikir, aku harus jawab apa. Apa aku terima aja ya? Masa mau mengharap Ilham? kan udah ada yg punya? Aku rasa diterima aja mungkin ya, yaah,setidaknya buka hati buat orang lain. Atau aku tolak? Itulah yg ada di otakku saat itu. Dan akhirnya pun aku menerimanya sebagai pacarku. Jujur, saat itu aku gak ada perasaan apa-apa sama dia. Cuma aku mau mencoba membuka hati buat orang lain. Tapi, yaah, jalani saja dulu.
  • Saat aku dan Ady berpacaran, lama-lama aku merasa nyaman. Karena dia sangat melindungiku,menjagaku, dan membimbingku. Dia sangat perhatian,sabar,dan pengertian. Di saat aku melakukan sesuatu yg salah, dia menasehatiku dgn sabar. Saat aku jatuh pun, dia selalu memberi support aku. Dia juga kenal teman-temanku,termasuk sahabatku. Hingga suatu ketika, sesuatu yg buruk terjadi lagi. Cowokku selingkuh dgn sahabatku yg lain. Dia seperti itu karena aku terlalu sibuk fokus ke sekolahku. Jadi dia merasa dicuekkin. Well, pada akhirnya Aku memaafkannya walaupun aku sakit.  Itu yg gak bisa aku lupain sampai saat ini. Aku dan dia gak putus, kita tetap masih berpacaran, mungkin karena sayang. Emang sih aku akui aku bego, kasih kesempatan sama dia. Tuhan aja kasih aku kesempatan, kenapa aku enggak? Itu yg ada dipikiranku. 
  • Suatu ketika, perhatiannya terhadapku berubah menjadi posesif. Dia juga jadi emosional. Memang saat berpacaran dengannya, selalu aku yg salah di matanya. Dia tak lagi dgn sabar membimbingku. Saat itu juga hubunganku dgn dia berubah menjadi parah. Saat ada masalah pun,kita menyelesaikan gak dgn kepala dingin, tapi dgn emosional kita masing-masing. Saat itu pun aku merasa emosiku berada di puncaknya. Dia berubah menjadi emosional dan posesif. Itu yang membuat aku merasa terkekang. Karena pada dasarnya aku gak suka dikekang. 
  • Saat sedang parahnya hubunganku sama Ady, ada cowok yg ngajak kenalan. Namanya, Sandy. Saat mengenalnya, sifat dia berbeda 180 derajat dgn Ady. Aku ngerasa nyaman banget sama dia. Karena dia sangat sabar dan gak posesif. Saat itu pun, pertama kalinya aku tergoda.  Karena aku butuh sosok yg seperti itu untuk di sampingku, bukan justru mengekangku. Setelah itu, aku memutuskan hubungan dgn Ady dgn alasan aku udah merasa gak cocok dengannya. Karena memang aku udah gak tahan merasa terkekang olehnya. Saat itu, dia belum tau jika aku tergoda dgn kebaikan Sandy. Tapi seiring berjalannya waktu, Ady pun tau jika aku selingkuh. Dan aku sendiri yg mengatakannya. Kemudian, dia jadi sangat membenciku. Yaah,aku terima itu. 
  • Setelah lama kenal, aku jadian dgn Sandy. Tapi tak berakhir dgn baik. Ternyata dia udah punya cewek dan berencana akan menikah. Aku yg syok, lalu aku memutuskan hubungan antara kami. Sampai sekarang, aku tidak pernah kontak dgn dia. Aku rasa itu adalah balasan Tuhan atas perbuatanku dan aku menerimanya dgn ikhlas. 
  • Seiring waktu, pemikiranku mulai berubah. Sekarang aku mulai berpikir kalo semua yg terjadi sama aku, hanyalah cobaan dari Tuhan. Dan dari setiap cobaan dari-Nya, pasti punya hikmah yg berguna buat aku pribadi. Sejak itu juga, aku mulai belum bisa buka hati sama siapa pun itu. Aku rasa karena aku merasa belum siap aja. Sampai suatu ketika, aku bertemu dengan dia, cowokku yg sekarang. Karena dia, aku mencoba mengerti dan lebih menghargai apa yg aku punya. Kuakui, sifatnya sama persis dgn sifatku yg dulu. Makanya, aku sekarang banyak belajar dari sifatnya dia. Secara gak langsung, aku diperlihatkan bagaimana sosokku yg dulu. Yaah, berharap dia yg terbaik untukku. 
  • Well,inilah kisah cinta yg rumit dari aku sendiri. Saran aku, janganlah kita berpikir sesuatu yg terjadi sama kita hanyalah sebuah cobaan, berpikirlah itu adalah sebuah pembelajaran. Thanks :)