Kebanyakan
orang bilang, cinta pertama adalah yang paling indah dan sulit dilupakan oleh
seseorang. Cinta pertama merupakan pertama kalinya seseorang ada di hati
kita(selain Tuhan dan keluarga tentunya) yang kita sayang dan pertama kalinya
kita mengenal sesuatu yang namanya cinta. Maka dari itu, kebanyakan dari mereka
tidak akan lupa mengenai cinta pertamanya. Ada yang cinta pertamanya bertahan
sampai ke jenjang pernikahan, ada juga yang tidak berjalan mulus.
Well,aku
akan menceritakan sedikit tentang cerita pertamaku. Berharap suatu saat nanti
saat aku membaca kembali tulisanku, aku akan teringat kembali. Saat itu, aku
duduk di bangku kelas 3 SMP. Mendekati UN, aku mengikuti bimbingan belajar yang
lumayan dekat dengan sekolahku. Saat itu, kelas bimbingan telah selesai.
Kebetulan saat itu, kakakku bisa menjemputku, jadinya aku tak perlu pulang
dengan bis umum. Saat itu, aku menunggu di lobby kantor bimbingan belajar itu.
Tak hanya aku saja yang disitu, tapi ada para tentor dan penjaganya yang sedang
mengobrol. Tapi aku hanya duduk diam dan menunggu kakakku datang menjemputku.
Tak berapa lama kemudian, ada cowok datang. Sebenarnya sudah beberapa hari yang
lalu, aku melihat dia. Dia cakep,putih, sederhana dan baik. Tapi aku tak tahu
dia siapa dan sekolah di mana, yang pasti dia adalah seniorku. Yaah, aku Cuma
memandangnya dari jauh tapi juga berharap bisa berkenalan dengannya, walaupun
mustahil. pada waktu itu, ada beberapa percakapan antara dia dan tentor aku.
Tak sengaja aku mendengar tentorku menyebut namanya dengan nama Patriawan.
Dalam hati, mungkin itu adalah namanya dan namanya bagus juga. Lalu tak
sengaja, mereka membicarakan status Patriawan. Aku sekilas mendengar dia masih
single. Aku mendengar itu pun rasanya cukup senang. mengetahui tingkahku yang sepertinya
senang mendengar dia single, penjaga bimbel aku bilang mau mencarikan pacar
untuknya dengan setengah melirikku. Aku yang merasa jadi salah tingkah. Tapi
untungnya kakakku udah menjemputku di depan dan aku langsung bergegas pulang.
Keesokan harinya, saat aku sedang ngobrol dgn teman-temanku,tiba-tiba penjaga
bimbelku masuk ke ruangan kelas tempat aku belajar. Ternyata dia hanya mau
menyalakan AC dan membersihkan whiteboard. Lalu aku memberanikan diri tanya ke
penjaga bimbelku mengenai cowok yang kemarin. Lalu aku dapat info, dia adalah
Patriawan, siswa dari salah satu SMA Negeri di kotaku dan dia saat itu duduk di
bangku kelas 3 SMA. Dan penjaga bimbelku mau mencarikan nomornya untukku.
Mengetahui hal itu,aku senang sekali. Dan beberapa hari kemudian, aku dikasih
nomor Patriawan oleh penjaga bimbelku. Malam harinya, aku ragu untuk SMS dia.
Aku deg-degan setengah mati. Karena memang aku belum pernah berkenalan dengan
cowok. Lalu aku beranikan diri buat SMS kak Patriawan itu. Respon dari
Patriawan juga baik terhadapku. Dia sangat menghargai perempuan, terlihat dari
gaya bahasanya via SMS. Saat SMS dengannya, aku sangat sekali. Karena memang
aku menyukainya sejak pandangan pertama. Pada awal kenalan, dia juga menanyakan
kenapa aku bisa mengenalnya. Lalu aku jelaskan semuanya, kecuali tentang aku
menyukainya. Dia juga menceritakan tentang dirinya. Di sekolahnya, dia sering
dipanggil dengan Patrick. Lucu juga sih,membuat aku teringat di cerita
SpongeBob, hehe. Aku dan dia lama berkenalan melalui SMS. Lalu saat pertemuan
terakhir di bimbingan belajar, saat aku mau pulang dengan bis umum, dia pun
datang. Tapi sepertinya dia tak mengetahuiku. Sebenarnya, aku ingin menyapanya,
karena itu terakhir kalinya aku datang ke tempat bimbel sebelum UN. yaah, hanya dari situlah aku bisa
melihatnya. Karena aku malu, aku tidak
menyapanya. Aku rasa mungkin cukup dengan berhubungan via SMS, walau hanya
sebatas teman.
Waktu UN,
aku dan dia memang tidak saling mengirim SMS. Karena memang kami sibuk
konsentrasi dengan UN.
Setelah
UN,kita kembali berhubungan via SMS. Kita saling cerita satu sama lain mengenai
kehidupan kita. Dan dia juga menceritakan bahwa dia sama sekali belum pernah
pacaran. Lama-lama perasaanku ke dia berubah menjadi sayang. Tapi, karena aku
cewek, aku gak mau mengungkapkannya terlebih dahulu. Lalu kita janjian buat
ketemuan. Karena memang kita sudah lama komunikasi via SMS tapi belum pernah
saling bertatap muka. Yaah, walaupun aku pernah melihatnya dari jauh saja. Lalu
kita janjian ketemuan di warung es buah dekat dengan sekolahku. Sebelum aku
ketemuan dengannya, aku sangat deg-degan sekali. Tapi tentunya aku merahasiakan
ini dari teman-temanku, karena aku bisa diolok-olok temanku karena hal itu.
Lalu dia SMS bahwa dia sudah sampai di tempat kita janjian. Dan aku semakin
tambah deg-degan. Karena memang aku malu dan aku belum pernah mengalami ini
sebelumnya. lalu aku melihat Patriawan dari kejauhan yang sedang duduk
menungguku. Aku berusaha memberanikan diri buat bertemu dengannya. Well,
wajahnya masih sama, cakep, putih, dan sederhana. Kuakui, aku menyukai cowok
yang simple dan sederhana. Dan kita memesan minuman lalu saling mengobrol. Lalu
aku bertanya apakah dia kecewa setelah mengetahui aku. Karena memang wajahku
tidak begitu cantik. Tapi dia menjawab bahwa dia tidak kecewa dan memujiku
cantik dan manis (jadi malu,hehehe). Dia menjawab seperti itu dengan senyum dan
halus, membuat aku tidak bisa menahan rasa sukaku terhadapnya. Setelah itu,
kita jalan-jalan di Mall lalu dia mengantarku pulang. Pendapatku mengenai dia
hari itu adalah dia sangat baik, menghargai perempuan,dan sederhana. Itu yang
membuat aku menyukainya. Di jalan pun, dia tidak mengebut. Dan saat itu aku
merasa terjaga olehnya. Aku sangat nyaman saat bersamanya. Malam harinya, aku
tidak bisa tidur hanya karena mengingat kenangan itu sambil senyam-senyum
sendiri,hehe.
Setiap hari
kita hampir sering berkomunikasi via SMS. Sampai suatu hari, dia menembakku via
SMS. aku kaget setengah mati dan hampir tak percaya. Aku pikir dia hanya
bercanda. Tapi ternyata dia sungguh-sungguh menyukaiku juga. Aku yang senang
sekali lalu menerimanya sebagai pacarku. Hari-hari aku lalui dengannya sangat
bahagia. Dan akhirnya, cintaku tak bertepuk sebelah tangan,hehe. Suatu hari dia
mengajakku kencan di taman. Waktu itu,aku pertama kalinya merasakan yang
namanya kencan. Dan kuakui sangat menyenangkan, terutama dengan orang yang kita
sayang. Saat itu, tak sengaja tangannya menyentuh tanganku. Dan aku langsung
salah tingkah. Karena memang itu awalnya aku merasakan yang namanya pacaran. Dia
pernah mengatakan bahwa dia suka lagunya Nineball-hingga akhir waktu. Karena
lagu itu sesuai utuknya yang akan menyayangiku hingga akhir waktu(so sweeeeet!!
). Lalu setelah asyik mengobrol, kita pulang. Sebelumnya aku cerita dengannya
soal temanku yang mengatakan jika pasangan minum berdua dalam gelas/tempat
minum yang sama, secara tidak langsung kita berciuman dengan pacar kita
sendiri. Well, saat itu memang aku polos, jadi aku suka ceplas ceplos seperti
itu. Lalu dia menanggapinya dengan lelucon konyolnya. Saat di tengah jalan
pulang, dia tiba-tiba minta air minum yang memang aku bawa. Aku langsung salah
tingkah, mengingat obrolan kita sebelumnya. hari-hari kita lalui dengan bahagia
sampai 3 bulan. Tapi kisah kami tak berujung manis, karena aku memutuskannya
hanya untuk konsen belajar. Aku sangat ingat sekali ekspresi wajahnya saat itu.
Dia menahan tangis dan aku pun juga, karena memang itu yang pertama kalinya
buat kami merasakan cinta. Sampai suatu ketika sahabatku sendiri jadian
dengannya. Hatiku sangat sakit mengetahui itu,tapi aku tutupi dengan senyum
bahagiaku. Kuakui aku masih menyayanginya saat itu, tapi apa daya, dia lebih
bahagia dengan sahabatku, aku menerimanya dengan ikhlas. Sampai sekarang pun,
aku masih menyesal dan menyimpan rasa sayangku kepadanya dalam waktu yang lama.
Rasa sayang itu aku simpan dalam-dalam. Tapi aku tak berani mengatakannya
karena memang mungkin akan menyakitinya untuk sekali lagi. Aku tak mau
melihatnya sedih dan sakit seperti dulu. Dan aku rasa sekarang pun dia sedang
mencari kebahagiaannya sendiri. Walau aku tak yakin apa dia masih mengingat
kenangan itu atau tidak.